Evaluasi Arema Kembali Gagal Lolos Final

111015-Fokus Redam Penetrasi dan Kecepatan Sayap Mitra Kukar

Setelah kekalahan yang dialami Arema melawan Mitra Kukar pada babak semifinaln Piala Jenderal Sudirman, membuat tim singo edan ini harus berlapang dada. Pasalnya tim Arema kalah pada saat adu penalti dengan skor 3-2. Sebanarnya Arema sudah bekerja keras dengan terus menyerang pertahanan gawang Mitra Kukang. Namun ternyata keberadaan tim lawan dimana kerjasama antara Basna dan Arthur Cunha memiliki strategi penjagaan yang ketat, dapat menggagalkan upaya arema untuk menerobos gawang Mitra Kukar tersebut.

Tekanan dan serangan memang sudah diupayakan Arema lewat skema umpan yang dilakukan Esteban dengan umpan satu dua, menerobos pertahanan lawan namun Yanto melakukan pencegahan dengan upaya menjatuhkan Esteban. Sehingga Arema mendapatkan kesempatan untuk melakukan penalty. Keberadaan Gonzalez sebagai eksekutor dapat memanfaatkan peluang dengan mencetak gol setelah Shahar Ginajar lengah dan tidak melihat tembakan bola ke gawang Mitra Kukar. Setelah kebobolan gol oleh Gonzales, Mitra Kukar sempat panik tetapi kepanikan itu bisa diatasi dengan tenang melalui upaya pada menit ke 30. Arthur Cunha dapat mencetak gol penyama dengan memanfaat tendangan sudut ke gawang Arema.

Setelah skor menjadi sama Arema tentu saja berupaya untuk menerobos pertahanan Mitra Kukang kembali pada menit ke 40. Umpan silang dari Dendi Santoso yang ditujukan kepada Gonsalez dapat dimanfaatkan dengan baik melalui sundulan keras yang mengarah ke sisi kanan gawang. Pertandingan yang berlangsung panas ini kemudian berakhir hingga babak pertama berakhir. Memasuki babak kedua, Arema semakin gencar melakukan penyerangan untuk menerobos pertahanan lawan dengan upaya mencetak gol tambahan. Arema yang kurang mengontrol emosinya membuat tim singo edan ini gagal dalam upaya mencetak gol tambahan pada babak kedua.  Arema semakin gencar dan terus melakukan upaya penyerangan, yang berujung Bayu Pradana menadapatkan kartu kuning pada menit ke 72.

Tetapi selama babak kedua Arema masih belum bisa menambah golo tambahan sehingga pertandingan berakhir dengan skor 2-1. Dengan skor ini wasit memberikan kebiajakan adu penalti antar pemain Arema dengan Mitra Kukang. Tetapi keberuntungan tidak berada pada tim Arema, sehingga tim singo edan ini gagal mencetak gol pada babak adu penalti. Hal ini disebabkan dari lima pemain yang ditunjuk untuk mencetak gol dalam penalti, hanya dua pemain yang mampu menerobos gawang Mitra Kukang. Berbeda dengan Mitra Kukang yang mampu mencetak gol tiga kali berturut-turut yang dilakukan oleh keempat penembaknya.



Leave a Reply