Uji Coba Transisi Pemain Arema

161215-Evan Dimas

Berbicara mengenai tim Arema yang dikenal dengan julukan singo edan,  saat ini tim Arema sedang gencar melakukan transisi. Transisi yang dimaksud adalah masa peralihan posisi pemain dalam pertandingan. Hal ini dilakukan bertujuan untuk memperbaiki baris pertahanan dan penyerangan lawan pada pertandingan selanjutnya. Pelatih arema sudah mempersiapkan materi transisi untuk simulasi pertandingan yang akan diuji coba kepada semua pemain yang hadir dalam latihan. Percobaan simulasi ini bertujuan untuk mengetahui letak pemain terbaik berada pada posisi yang tepat, guna menunjang perfoma tim yang optimal. Materi transisi yang dibuat oleh pelatih harus dipahami oleh pemain sehingga pengaplikasiannya sempurna.

Perubahan transisi pemain dinilai sangat mempengaruhi jalannya pertandingan karena dengan mempertajam transisi permain dapat mengoptimalkan peluang untuk mencetak gol. Dalam pertandingan sepak bola gaya transisi yang bagus membuat tim lawan kewalahan. Makanya pelatih tim Arema harus memperbaiki gaya transisi pemain untuk bisa bertahan dan menyerang lebih baik.

Pelatihan simulasi transisi ini akan terus dicoba dan dilatih untuk kematangan uji coba sebelum leg pertama semifinal Piala Jenderal Sudirman. Pelatih Arema ingin anak didiknya siap untuk bertanding dan mampu menyerang dengan simulasi transisi baru yang lebih bagus dari sebelumnya. Pengetahuan mengenai transisi bisa dilihat dari tim lawan saat bertanding, ketika tim lawan memiliki gaya transisi yang bagus dan lebih menonjol. Membuat pelatih Arema mengetahui dimana letak kelemahan anak-anak didiknya.

Berdasarkan pertandingan-pertandingan yang berlangsung sebelumnya, perlu dilakukan evaluasi supaya tim Arema lebih siap lagi kalau tim lawan memiliki gaya transisi yang lebih bagus. Seperti contoh transisi cepat dan penyelesaian akhir, tim Arema harus memperbaiki gaya permainan seperti mengurangi melakukan over dribbling dan bergerak cepat untuk penyelasaian akhir. Perlu banyak evaluasi mendalam terkait hal ini.

Menurut I Made Pasek, dia menerangkan sudah dua hari proses pematangan transisi ini berlangsung, karena memang fokus latihan lebih ditekankan dalam simulasi latihan transisi. Dengan fokus pada pelatihan transisi dengan pematangan materi yang telah dilakukan, harapannya simulasi latihan ini menjadi strategi baru yang digunakan untuk melawan Mitra Kukar di leg pertama semifinal Piala Jenderal Sudirman. Sebenarnya tidak hanya menekankan pada transisi bertahan dan menyerang saja, tetapi juga sebaliknya. Banyak yang perlu dimatangkan persiapan yang matang bisa membantu performa Arema siap bertanding nantinya. Sehingga arema bisa menang dalam pertandingan.



Leave a Reply